Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Turki, hadir sebagai wadah silaturahmi, penguatan nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah, serta ruang pengabdian bagi masyarakat Indonesia di Turki sejak 3 Juni 2012.
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Turki atau PCINU Turki merupakan bagian dari jaringan diaspora Nahdlatul Ulama di luar negeri yang hadir sebagai wadah silaturahmi, penguatan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah, serta ruang pengabdian bagi masyarakat Indonesia di Turki.
PCINU Turki membawa semangat Islam yang moderat, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, sejalan dengan visi besar Nahdlatul Ulama dalam membangun peradaban yang damai dan inklusif.

Secara kultur keagamaan, masyarakat Turki memiliki sejumlah kemiripan dengan tradisi keagamaan Nahdlatul Ulama, khususnya dalam corak Islam moderat, penghormatan terhadap ulama, tradisi keilmuan, serta nilai spiritualitas yang hidup di tengah masyarakat. Kedekatan kultur tersebut menjadi salah satu faktor yang mempermudah terjalinnya hubungan sosial, keagamaan, dan intelektual antara diaspora Indonesia dan masyarakat lokal Turki.

“Mengabdi di PCINU Turki itu harus benar-benar ikhlas, sabar, dan telaten. Tugasnya tidak mudah seperti mengurus di PPI. Kita punya tantangan dan dinamika yang berbeda dari segimanapun. Masa khidmah kita 2 tahun, sehingga butuh nafas yang panjang untuk menstabilkan jalannya organisasi. Fase tahun kedua biasanya akan mulai diuji tentang arti tulus berkhidmah, loyalitas, dan tanggung jawab, pelan-pelan akan mulai ditinggalkan oleh anggota pengurus. Maka di sinilah ujian terberat kita sebagai pengurus. Kita berhasil tumbuh dan berkhidmah di PCINU jika kita setia sepenuh hati menjalankan amanah hingga akhir. Dia mengerjakan bukan karena tuntutan tapi karena panggilan. Dia tidak kehabisan akal dan semangat walaupun kondisi internal anggotanya mulai di luar kontrol. Karena orang yang seperti itu akan memetik buah manisnya berkhidmah. Kita tidak kekurangan kader yang berkualitas, namun kita masih kekurangan kader yang loyal, sabar, dan telaten.”

“Berorganisasi itu bukan soal kamu bisa apa, tapi soal kamu mau nggak hadir, mau nggak bertumbuh, dan mau nggak jujur sama diri sendiri. PCINU Turki buat saya adalah tempat belajar yang nggak ada di tempat lain.”

“Berorganisasi itu bukan soal kamu bisa apa, tapi soal kamu mau nggak hadir, mau nggak bertumbuh, dan mau nggak jujur sama diri sendiri. PCINU Turki buat saya adalah tempat belajar yang nggak ada di tempat lain.”
Sebagai bagian dari peran diaspora Nahdlatul Ulama di luar negeri, PCINU Turki aktif membangun kolaborasi lintas disiplin ilmu dan lintas lembaga, baik dengan institusi lokal Turki maupun organisasi masyarakat Indonesia lainnya.
Berbagai kegiatan keislaman, akademik, kebudayaan, dialog, hingga pengabdian sosial menjadi bagian dari ikhtiar PCINU Turki dalam menghadirkan Islam yang rahmatan lil 'alamin di ruang global.
PCINU Turki berperan sebagai jembatan penghubung antara kampus, pesantren, lembaga pendidikan, dan institusi yang terafiliasi dengan Nahdlatul Ulama untuk melaksanakan studi banding, penelitian, pengembangan kerja sama, serta pertukaran keilmuan antara Indonesia dan Turki.
“Tetap Indonesia, Tetap Ahlussunnah, dan Menjalin Persatuan Nahdliyyin Menebar Manfaat untuk Negeri.”